BUPATI KAPUAS HULU MENYERAHKAN SERTIFIKAT UNTUK RAKYAT PTSL TRANSMIGRASI

Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla terus melaksanakan komitmen sebagai salah satu agenda Nawa Cita yaitu reforma agraria. Oleh karena itu Presiden memerintahkan kepada menteri terkait agar merealisasikan pendataan 4 juta hektar lebih tanah negara untuk diberikan kepada rakyat, termasuk program sertifikasi tanah bagi masyarakat yang tidak mampu. 

Berkaitan dengan program pemerintah tersebut, Bupati Kapuas Hulu AM Nasir SH menyerahkan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat  PTSL Transmigrasi di gedung Olahraga Desa Nanga Ret Kecamatan Boyan Tanjung, Senin (16/9).

Sejumlah 1761 sertifikat meliputi 1710 sertifikat lahan masyarakat dan 51 sertifikat Fasilitas Umum (FU) dengan rincian yaitu Transmigrasi UPT Nanga Ret Kecamatan Boyan Tanjung  474 sertifikat (450 sertifikat lahan masyarakat dan 24 sertifikat FU), UPT Boyan Tanjung Desa Mujan 609 Sertifikat (600 sertifikat lahan masyarakat dan 9 sertifikat FU) dan UPT Nanga Kalis Kecamatan Kalis 678 Sertifikat (660 sertifikat lahan masyarakat dan 18 sertifikat FU).

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Kapuas Hulu, Kepala BPN Kapuas Hulu, Kepala BKD, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kepala Dinas Penataan Ruang dan Cipta Karya, Kepala Bidang Transmigrasi beserta Staf, Unsur Muspika Kecamatan Boyan Tanjung, Camat Kalis, Para Kepala Desa, Perbankan, Transmigran UPT Nanga Ret, UPT Boyan Tanjung Desa Mujan dan Perwakilan Transmigran UPT Nanga Kalis dan Instansi-Instansi terkait lainnya.

Dalam acara Penyerahan Sertifikat tersebut, Bupati Kapuas Hulu A.M. Nasir, S.H. mengatakan bahwa penyerahan sertifikat diberikan agar Para Transmigran mendapatkan kepastian hukum atas hak milik tanah serta memberikan ketenangan dalam meningkatkan usaha ekonominya.  Nasir juga berharap agar Para Transmigran dapat memanfaatkan dan mengelola dengan sebaik-baiknya sertifikat dan lahan yang telah diberikan.

Ketika ditemui di kantornya (17/9/2019), Plt. Kepala Disnakerintrans Drs. Abdul Karim, M.Si. mengutarakan bahwa sertifikat atas lahan merupakan hak yang harus diterima transmigran serta menyambut baik penyerahan sertifikat tersebut, karena paling tidak satu demi satu permasalahan tentang sertifikat lahan transmigran bisa terselesaikan.

Pada saat ditemui kontributor Disnakerintrans salah satu warga transmigran UPT Nanga Ret mengucapkan terima kasih kepada Bupati, BPN, Disnakerintrans dan Instansi terkait lainnya yang telah memperjuangkan terkait penerbitan sertifikat lahan transmigran walaupun dalam penantian panjang sampai dengan 16 tahun.

DISNAKERINTRANS KULIAHKAN ANAK TRANSMIGRASI BERPRESTASI

Sejalan dan seiring pelaksanaan program transmigrasi, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI memberikan kesempatan kepada putra dan putri transmigran lulusan SLTA sederajat diseluruh wilayah tujuan transmigrasi yang berprestasi dan berpotensi untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi melalui Program Penjaringan Siswa Berpotensi Kawasan Transmigrasi (PPSBKT).

Salah satu yang dilakukan oleh pemerintah untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita negara ini menurut Kepala Bidang Transmigrasi Windarta, S.Sos. adalah adanya program Transmigrasi. 

Program ini merupakan kerjasama antara Kemendes, PDT dan Transmigrasi RI dengan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto. Layanan pendidikan pada jenjang perguruan tinggi dengan memberikan kesempatan kepada putra putri anak transmigran yang berprestasi dan telah menamatkan jenjang pendidikan sekolah menengah/kejuruan merupakan salah satu upaya peningkatan sumberdaya manusia dan masyarakat transmigrasi sebagai pelaku utama pembangunan daerah sehingga memiliki daya saing tinggi baik dalam skala lokal, regional maupun nasional mendukung keberhasilan program transmigrasi di era pasca reformasi. 

PPSBKT dimulai sejak tahun 1994 (dulu PPSBDT), kini sudah menginjak tahun ke 25.  Hampir setiap tahun sejak tahun 2007 Kabupaten Kapuas Hulu selalu mengirimkan siswa/siswi anak transmigran yang berprestasi untuk mengikuti program ini.

Siswa/siswi yang dikirim selanjutnya kuliah di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto Jawa Tengah diberbagai fakultas dan jurusan dan mendapatkan beassiwa dari Kemendes, PDT dan Transmigrasi. Bahkan siswa/siswi asal Kabupaten Kapuas Hulu yang telah lulus sekarang sudah dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar (transmigrasi), keluarga dan dirinya sendiri dalam hal peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan SDM , lanjut Windarta. 

Beliau juga berharap semoga Program ini bisa berlanjut, sehingga lebih banyak lagi putra putri transmigran dapat mengenyam pendidikannya hingga Perguruan Tinggi.

Disnakerintrans Berikan Pelatihan dan Peralatan Pertukangan

Disnakerintrans memberikan pelatihan pertukangan di UPT XIX Keliling Semulung Desa Kirin nangka Kecamatan Embaloh Hilir tanggal 27 sampai dengan 29 Agustus 2019.

Bidang Transmigrasi yang selama ini membidangi masalah ketransmigrasian di Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Kapuas Hulu mempunyai sebuah gagasan yaitu membuat sebuah kegiatan yang dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di daerah transmigrasi. 

Kemajuan kegiatan ekonomi di kawasan transmigrasi pada umumnya terdapat hambatan.  Faktor yang menjadi penghambat antara lain masalah sumber daya manusia yang belum memiliki keterampilan dalam memanfaatkan sumberdaya alam yang tersedia, kondisi lahan yang kurang subur dan keterampilan yang mereka miliki terbatas.

Kondisi tersebut di atas perlu adanya sebuah terobosan yang kreatif dan inovatif dari instansi yang terkait untuk memberikan solusi yang bermanfaat bagi warga transmigrasi.

Kepala Bidang Transmigrasi Windarta,S.Sos mengatakan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk “Meningkatkan Kapasitas Sumberdaya Manusia selain Bidang Pertanian dan Pangan; Meningkatkan kualitas dan kuantitas usaha produktif jangka pendek, menengah dan panjang; Memberikan motivasi dan membangun kerjasama antar transmigran dalam beradaptasi dengan lingkungan yang baru; Meningkatkan kesejahteraan masyarakat di permukiman transmigrasi”.

Lebih lanjut Windarta mengatakan guna peningkatan sumber daya manusia di lokasi transmigrasi salah satu terobosannya adalah Pelatihan Pertukangan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan tambahan kepada para Transmigran tentang pertukangan mengingat masih berlimpahnya bahan baku di sekitar lokasi transmigrasi.” 

Tenaga Pengajar, Instruktur dan Pengarah pada pelatihan berasal dari Praktisi pertukangan (mebeler) dan staf Bidang Transmigrasi pada Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Kapuas Hulu. Meteri yang diberikan adalah tenteng dasar ketransmigrasian, teori pertukangan dan praktik pertukangan.

Pelatihan Pertukangan tersebut diikuti oleh 14 (empat belas) orang peserta yaitu warga transmigran UPT XIX Keliling Semulung.  Para peserta pelatihan selain mendapatkan pelatihan juga diberikan stimulan berupa peralatan pertukangan untuk kelompoknya.

PEMBUKAAN PELATIHAN PERTUKANGAN DI UPT XIX KELILING SEMULUNG DESA KIRIN NANGKA KECAMATAN EMBALOH HILIR

Dalam Strategi Nasional ditegaskan bahwa pembangunan daerah transmigrasi merupakan upaya terencana untuk mengubah suatu wilayah yang dihuni oleh komunitas dengan berbagai permasalahan sosial, ekonomi dan keterbatasan fisik, menjadi daerah yang lebih maju. Pembangunan masyarakat transmigrasi tidak hanya meliputi pembangunan aspek ekonomi, tetapi juga aspek sosial, budaya dan keamanan.

Foto: Kepala Bidang Transmigrasi saat memberikan sambutan dan membuka acara pelatihan
Foto: Peserta Pelatihan Pertukangan

Ada beberapa faktor yang membuat terhambatnya kemajuan kegiatan ekonomi di kawasan transmigrasi, antara lain masalah sumber daya manusia yang belum memiliki keterampilan dalam memanfaatkan sumberdaya alam yang tersedia, kondisi lahan yang kurang subur dan keterampilan yang mereka miliki terbatas.

Kondisi tersebut di atas perlu adanya sebuah terobosan yang kreatif dan inovatif dari instansi yang terkait untuk memberikan solusi yang bermanfaat bagi warga transmigrasi. Bidang Transmigrasi yang selama ini membidangi masalah ketransmigrasian di Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Kapuas Hulu mempunyai sebuah gagasan yaitu membuat sebuah kegiatan yang dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di daerah transmigrasi.

Menurut Kepala Bidang Transmigrasi Windarta,S.Sos, guna peningkatan sumber daya manusia di lokasi transmigrasi salah satu terobosannya adalah Pelatihan Pertukangan.  Kegiatan tersebut diselenggarakan di UPT XIX Keliling Semulung Desa Kirin nangka Kecamatan Embaloh Hilir tanggal 27 sampai dengan 28 Agustus 2019.   Pembukaan Pelatihan Pertukangan dihadiri oleh Kepala Bidang Transmigrasi beserta Staf, Perangkat Desa Kirin Nangka dan Tokoh Masyarakat Desa Kirin Nangka serta Transmigran UPT XIX Keliling Semulung (14 orang) sebagai peserta pelatihan.  Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan tambahan kepada para Transmigran tentang pertukangan mengingat masih berlimpahnya bahan baku di sekitar lokasi transmigrasi.  Dalam sambutan pembukaan pelatihan tersebut Windarta berharap kepada peserta pelatihan agar memperhatikan, menyerap pengetahuan, dan mengaplikasikan pengetahuan yang didapat guna tercapainya tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut.

PELATIHAN GEMA INPOSMA DESA KIRIN NANGKA KECAMATAN EMBALOH HILIR KABUPATEN KAPUAS HULU

Dalam Strategi Nasional ditegaskan bahwa pembangunan daerah transmigrasi merupakan upaya terencana untuk mengubah suatu wilayah yang dihuni oleh komunitas dengan berbagai permasalahan sosial, ekonomi dan keterbatasan fisik, menjadi daerah yang lebih maju. Pembangunan masyarakat transmigrasi tidak hanya meliputi pembangunan aspek ekonomi, tetapi juga aspek sosial, budaya dan keamanan.

Ada beberapa faktor yang membuat terhambatnya kemajuan kegiatan ekonomi di kawasan transmigrasi, antara lain masalah sumber daya manusia yang belum memiliki keterampilan dalam memanfaatkan sumberdaya alam yang tersedia, kondisi lahan yang kurang subur dan keterampilan yang mereka miliki terbatas.

Kondisi tersebut di atas perlu adanya sebuah terobosan yang inovatif dari instansi yang terkait untuk memberikan solusi yang bermanfaat bagi warga transmigrasi. Bidang Transmigrasi yang selama ini membidangi masalah-masalah yang ada di Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Kapuas Hulu mempunyai sebuah gagasan yaitu membuat sebuah kegiatan yang dapat meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia di daerah transmigrasi.

Menurut Kepala Bidang Transmigrasi Windarta,S.Sos, sebagai salah satu upaya meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia adalah dengan melaksanakan kegiatan Pelatihan Gerakan Massal Intensifikasi Lahan, Komposisi dan Pengendalian Hama (GEMA INPOSMA).

Pada Tahun 2018, Kegiatan Pelatihan GEMA INPOSMA ini dilaksanakan di UPT XIX Keliling Semulung pada hari Selasa tanggal 14 sampai hari Kamis tanggal 16 Agustus 2018.  Sehingga nantinya hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang pertanian bagi masyarakat di UPT XIX Keliling Semulung Desa Kirin Nangka Kecamatan Embaloh Hilir Kabupaten Kapuas Hulu.

Dikatakan lebih lanjut oleh Kepala Bidang Transmigrasi tujuan dilaksanakannya Pelatihan Gerakan Massal Intensifikasi Lahan, Komposisi dan Pengendalian Hama (GEMA INPOSMA) antara lain adalah:

  1. Meningkatkan Kapasitas Sumberdaya Manusia di Bidang Pertanian dan Pangan;
  2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas usaha produktif jangka pendek, menengah dan panjang;
  3. Memberikan motivasi dan membangun kerjasama antar transmigran dalam beradaptasi dengan lingkungan yang baru;
  4. Mampu menghasilkan pupuk kompos/organik sebagai pengganti pupuk kimia;
  5. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam menciptakan ketahanan pangan di permukiman transmigrasi.

Sasaran kegiatan tersebut kata Kepala Bidang Transmigrasi adalah:

  1. Tersedianya bahan baku pupuk olahan buatan sendiri dengan memanfaatkan bahan dari limbah pertanian yang ada di lahan masing-masing transmigran sehingga mampu meningkatkan kesuburan lahan transmigran.
  2. Meningkatnya produksi hasil pertanian terutama pertanian organik.
  3. Meningkatnya kreatifitas, kualitas dan kuantitas usaha ekonomi transmigran di bidang pertanian dan perkebunan.

Pelatihan Gerakan Massal Intensifikasi Lahan, Komposisi dan Pengendalian Hama (GEMA INPOSMA) dihadiri oleh Kepala Bidang Transmigrasi beserta Staf, Perangkat Desa Kirin Nangka dan Tokoh Masyarakat Desa Kirin Nangka serta Transmigran UPT XIX Keliling Semulung (50 orang) sebagai peserta pelatihan.

Tenaga Pengajar, Instruktur dan Pengarah pada pelatihan berasal dari lintas sektoral dan staf Bidang Transmigrasi pada Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Kapuas Hulu.

Materi pelatihan Gema Inposma adalah :

  1. Dasar Ketransmigrasian
  2. Kelompok Inti
  3. Intensifikasi Lahan Pertanian;
  4. Peningkatan Kapasitas Sumberdya Manusia melalui Kelembagaan;
  5. Kelembagaan Desa;
  6. Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura;
  7. Pengendalian Hama Penyakit Tanaman;
  8. Manfaat dan Teori Pembuatan Kompos;
  9. Praktek Pembuatan Kompos.

Proses belajar yang dilakukan dengan metode partisipatif dengan rincian :

  1. Kelompok Umum     : Ceramah dan tanya jawab
  2. Kelompok Inti           : Ceramah, Demontrasi, Peragaan dan Praktek.

Kepala Bidang Transmigrasi memberikan pesan kepada peserta pelatihan agar memperhatikan, menyerap pengetahuan, dan mengaplikasikan pengetahuan yang didapat guna tercapainya tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut.

(muslimin)

Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Kapuas Hulu Fokus Kembangkan Dua Lokasi Transmigrasi

Tahun 2015 ini, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Kapuas Hulu  fokus mengembangkan dua lokasi transmigrasi. Dua lokasi transmigrasi berada di Kecamatan Embaloh Hilir dan Kecamatan Kalis. “Kami fokus pada dua Kecamatan itu, karena masih menjadi lokasi transmigrasi binaan,” kata Windarta, Kasi Penataan Kawasan Transmigrasi pada Disnakertransos Kapuas Hulu, Rabu (1/4/2015).

Lokasi transmigrasi di Kecamatan Embaloh Hilir ada di Desa Keliling Semulung. Sedangkan di Kecamatan Kalis, berada disekitar ibu kota kecamatannya yakni Desa Nanga Kalis. “Pada lokasi transmigrasi itu, selain diupayakan pemenuhan daya tampung transmigran, sarana prasarana pendukung juga akan ditambah,” tutur Kasi Penataan Kawasan Transmigrasi pada Disnakertransos Kapuas Hulu, pengembangan kedua lokasi transmigrasi ini akan didanai melalui APBN.

Untuk pemenuhan daya tampung di lokasi transmigrasi Keliling Semulung, akan ditambah lagi sebanyak 95 Kepala Keluarga (KK) transmigran. “Di Keliling Semulung seharusnya di isi 300 KK, cuma penempatannya sejauh ini baru 105 KK di tahun 2013. Kalau tahun ini baru 95 KK, sisa yang 100 KK akan diusulkan lagi pada tahun 2016 nanti,” lanjutnya.

Demikian pula dengan lokasi transmigrasi di Nanga Kalis. Pada tahun 2010 lalu baru terisi 150 KK, kemudian di tahun 2011 kembali di isi 70 KK, sehingga masih kurang 80 KK transmigran. “Tahun 2014 lalu sudah kami usulkan penambahan transmigran di Nanga Kalis tapi baru bisa dipenuhi tahun ini, ada 80 KK yang akan ditambah, cuma surat resminya dari Transmigrasi Pusat belum masuk ke kami,” ungkap Kasi Penataan Kawasan Transmigrasi pada Disnakertransos Kapuas Hulu.

Seiring dengan penambahan KK di lokasi transmigrasi, lanjutnya, maka akan ditambah pula perumahan untuk transmigran. Selain itu, jalan poros dan lokasi transmigrasi juga dibangun. “Kemudian fasilitas umum yang kurang juga ditambah,” ujarnya.