PELATIHAN TENAGA KERJA PRODUKTIF TAHUN 2018 DI KECAMATAN BATANG LUPAR KABUPATEN KAPUAS HULU

Kemajuan ilmu dan penemuan-penemuan di bidang teknologi akhir-akhir ini bukan saja telah membuka peluang dan kemajuan dibanyak negara, akan tetapi juga mendorong persaingan yang semakin tajam antar dunia bisnis dan antar negara. Kemajuan teknologi dan era globalisasi semain meningkatkan intensitas persaingan tersebut. 

Untuk memenangkan persaingan tersebut dunia bisnis dan negara-negara lain berlomba-lomba meningkatkan produktivitas, yaitu melalui pemanfaatan teknologi canggih, program perbaikan manajemen dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Demikian halnya pembangunan ketenagakerjaan di Kabupaten Kapuas Hulu, khususnya dalam era globalisasi ini, maka pembangunannya merupakan upaya menyeluruh yang ditujukan pada peningkatan, pembentukan dan pengembangan tenaga kerja yang berkualitas, produktif, efesien dan efektif. Sehingga memenuhi persyaratan untuk mengisi lapangan kerja yang terbuka dari keberhasilan investasi dan berjiwa wirausaha serta mempunyai etos kerja yang tinggi.

Menurut Kepala Bidang Tenaga Kerja Drs. Subandi, permasalahan ketenagakerjaan di Kabupaten Kapuas Hulu meliputi berbagai aspek antara lain: ketidakseimbangan antara pertumbuhan dan pertambahan angkatan kerja serta rendahnya produktivitas tenaga kerja.  

Selanjutnya Drs. Subandi mengungkapkan bahwa dengan melihat kondisi seperti itu maka upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sangat memerlukan penanganan yang serius. Oleh karena itu pelatihan kerja untuk meningkatkan terampilan dan produktivitas merupakan upaya yang menunjukan keberhasilan yang substansial dalam rangka memecahkan ketimpangan antara lowongan yang tidak terisi dan masih banyak yang belum tersalurkan. 

Sedangkan untuk pelatihan peningkatan keterampilan dan produktivitas bagi tenaga kerja yang sudah bekerja adalah sangat penting dalam meningkatkan kualitas barang dan jasa untuk mengantisipasi diera globalisasi dan keterbukaan dalam perdagangan.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi melalui bidang ketenagakerjaan melaksanakan kegiatan Pelatihan Tenaga Kerja Produktif yaitu kegiatan Pelatihan Menjahit Tingkat Lanjutan di lima Kecamatan Wilayah Perbatasan yaitu: Kecamatan Embaloh Hulu, Kecamatan Batang Lupar, Kecamatan Badau, Kecamatan Empanang dan Kecamatan Puring Kencana. Tempat Pelaksanaan kegiatan adalah di Kecamatan Batang Lupar mulai dari tanggal 7-21 Mei 2018.

Drs. Subandi melanjutkan bahwa tujuan dari kegiatan Pelatihan Tenaga Kerja Produktif adalah untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan. sedangkan manfaat atau hasil yang diharapkan dari kegiatan Pelatihan Tenaga Kerja Produktif ini antara lain:

  1. Tenaga kerja yang dilatih mampu mandiri dan produktif.
  2. Sumber daya manusia mampu bersaing dengan kebutuhan pasar.
  3. Tenaga kerja memiliki kemampuan untuk berkompetisi dalam mengembangkan dan mengelola potensi sumberdaya lokal.
  4. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin kuat, karena mengikutsertakan masyarakat langsung dalam proses pembangunan tenaga kerja produktif dan terampil. Adapun kriteria  kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja Produktif Tahun 2018 adalah Materi pelatihan meliputi 150 jam pelajaran; Bantuan sarana usaha yang diberikan bersifat stimulan (pancingan atau perangsang) sehingga kegiatan dapat berkembang; Seleksi tenaga kerja yang menjadi anggota kelompok kegiatan diutamakan pencari nafkah utama dalam keluarga, penggangguran dan setengah penganggur; Mempunyai dampak positif terhadap pemberdayaan tenaga kerja dan lembaga ekonomi masyarakat sebagai pendamping; Menggunakan peralatan dan teknologi sederhana. 
  5. Kelompok sasaran dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja Produktif terdiri dari:
    • Peserta berjumlah 10 orang dan merupakan utusan setiap kecamatan di lima kecamatan wilayah perbatasan;
    • Peserta terdiri atas ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri putus sekolah;
    • Peserta harus memiliki minat untuk berusaha dalam bidang yang dilatih;
    • Peserta harus mengikuti seluruh kegiatan pelatihan yakni 150 jam pelajaran.
    Kemudian Drs. Subandi mengatakan bahwa Kegiatan Pelatihan Tenaga Kerja Produktif diyakini mampu untuk memberdayagunakan tenaga kerja terampil dan mandiri yang ada di wilayah perbatasan agar melalui kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja Produktif pola kehidupan mereka semakin meningkat dan menjadi lebih baik. Tentunya program ini untuk ke depannya lagi haruslah ditingkatkan terutama jumlah tenaga kerja yang dilatih. (Muslimin, kontributor disnakerintrans)